Cewek : “Aku masih perawan, nggak pernah ciuman, pegangan tangan, bercumbu, atau jalan-jalan berdua saja dengan bukan muhrimku, dan dengan laki-laki manapun…”
Cowok : glek….. “Masa sih…?”
Cewek : “Iya, AKU MASIH PERAWAN, JELAS….!!!!” Aku masih perawan, utuh, murni 100 persen, tidak berkurang sedikitpun, aku tidak pernah “pacaran” seperti orang kebanyakan, aku lihat lelaki itudari bagaimana pola pikir di kepalanya bukan “Pola Tangan dan Pola Matanya” melihatku.
Cowok : “Bodoh loe,”
Cewek : Biarin, aku lebih suka dibilang “Bodoh” sebab bodoh itu melindungiku dari melakukan hal-hal “pintar” tapi sebenarnya aku sendiri TIDAK TAHU.
Cowok : “Sekarang bukan jamannya neng...”
Cewek : Ya, benar, sekarang memang bukan jamannya menyembunyikan atau mengatakan “tabu” kalau bicara soal keperawanan, zaman sekarang sudah terbuka, orang bisa bicara dari sudut mana saja, dengan cara berfikir apa saja tentang keperawanan. Silakan... Tapi sorry, tapi tidak bagiku.
Cowok : “Pantesan, sekarang belum dapat pacar…”
Cewek : “Aku cari suami yang bisa dijadikanpacar, bukan pacar yang belum tentu jadi suami.”
Cowok : “Kolot, Kuno, Nggak Gaul, Nggak ngikutin trend…”
Cewek : “Ah ngga papalah, toh yang bilang aku Kolot, Kuno, Nggak Gaul, Nggak ngikutin trend itu kan manusia, Tuhan ngga.”
Cowok : “Sok munafik…!!!”
Cewek : “Kalau munafik itu orang yang ngga konsisten, ngomong ini tapi ngelakuin ini, tapi menjaga keperawanan itu kewajiban.”
Cowok : “Sok Suci….!!!”
Cewek : “Bukankah “Kesucian” seorang wanita memang harus dijaga, ada orang aneh bilang: “Kamu perempuan tuh memang anak ayah dan ibumu, tapi sebenarnya kamu itu titipan suamimu pada mereka, jadi harus dijaga semuanya, jangan ada yang hilang. Dijaga sampai nanti dia siapmembawamu pergi dari mereka dengan satuikatan yang suci dan diridhoi. Emangnya kamu mau kalau nanti dibilang Ayah dan Ibumu tidak becus menjaga titipannya.”
Cowok : Isi sendiri...
Pesan : Jagalah titipan orang tuamu untuk suamimu kelak bukan untuk pacarmu yang sekarang.

Post a Comment
Post a Comment