Sebuah gereja bersejarah beserta makam kuno yang disebut dalam novel legendaris "Dracula" karya Bram Stoker dihadapkan pada kisah horornya sendiri.
Tulang-tulang ini terangkat dari bumi saat longsor melanda bulan lalu, kemudian terbawa derasnya aliran air hujan hingga ke bibir tebing di mana Gereja St Mary's berada di Whitby, Inggris.
Sisa-sisa jasad manusia itu berserakan di bawah tebing.
Kini tulang-tulang itu telah dikumpulkan dan dimakamkan kembali.
Untung tak ada jasad baru yang dimakamkan di sana. "Pemakaman itu telah ditutup selama lebih dari seabad.
Jadi, jika ada makam yang terbuka, yang tersisa di sana hanyalah tulang belulang," kata pendeta St Mary's, David Smith, seperti dimuat Daily Mail (9/1/2012).
"Jika ada tulang yang ke luar dari liang makam, akan kami kumpulkan dan memakamkannya kembali di halaman gereja, jauh dari tepian tebing."
Ada kekhawatiran, tebing tempat gereja tua itu berdiri akan ambrol dalam hitungan tahun.
Apalagi, meski pemakaman ditutup pada tahun 1865, masyarakat masih menggunakan bangunan gereja itu untuk beribadah.
"St Mary adalah bangunan tertua yang masih tersisa di Whitby. Ini adalah bangunan kelas satu yang terdaftar dan masih menjadi tempat beribadah. Jika sampai lenyap, masyarakat rugi besar," kata Smith.
Dia menambahkan, sejumlah insinyur sipil telah dikerahkan untuk menemukan dan mengatasi kerusakan pipa drainase. Juga untuk menemukan dari mana air deras datang, serta membangun barikade di tepi tebing untuk mencegahnya dari longsor.
Sementara, penduduk dan usahawan yang berada di bawah tebing khawatir, tanah itu makin terkikis oleh hujan. "Jika longsor terus terjadi, kami harus menutup toko, dari pada kena bahaya," kata Barry Brown, pemilik Fortune's Kippers, toko berusia 140 tahun.
Setting Sempurna Kisah Drakula
St Mary's adalah gereja paroki di kota nelayan Whitby di Yorkshire Utara. Bagian tertua dari gereja berasal dari tahun 1110.
Dari tahun 1890 hingga 1896, Whitby menjadi tempat tinggal Bram Stoker, yang menjadikan gereja St Mary's sebagai setting adegan penting dalam kisahnya yang terbit 1897.
"Untuk beberapa saat, aku tak bisa melihat apapun. Ketika bayangan awan mengaburkan Gereja St Mary's," tulis dia.
Saat kabut mulai beranjak, nampaklah reruntuhan biara, lalu saat cahaya mulai menyeruak di antara awan, bangunan gereja dan halamannya makin jelas menampakkan diri.
"Terlihat olehku, sesuatu yang gelap berdiri di balik belakang kursi, di mana sosok putih bersinar, dan membungkuk di atasnya. Apa itu, apakah manusia atau binatang, aku tak tahu. "
Sementara, untuk tokoh Drakula, Bram Stoker terinspirasi Vlad III, pangeran yang memerintah Wallachia di abad ke-15 dengan tangan besi.
Vlad punya reputasi kejam saat melawan Kekaisaran Ottoman dan bahkan pada rakyatnya sendiri.
Ia menguliti dan merebus orang-orang yang dianggap musuh.
Namun yang menjadi favoritnya adalah penyulaan ( impalement ).
Penyulaan adalah cara penyiksaan yang amat kejam. Saat seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, bahkan kepala.
Vlad dilaporkan membunuh 100.000 orang dengan cara sadis itu. Belum termasuk pembunuhan-pembunuhan lainnya.
source
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Post a Comment