Nabi Muhammad saw. di Mata Tokoh Barat-Alwi Shihab, cendekiawan Muslim
Indonesia sekaligus pakar perbandingan
agama, dalam catatan kritisnya terhadap
terjemahan karya William E. Phipps
(1998) tentang Muhammad dan Isa
menulis bahwa dalam wilayah teologis-
religius, masyarakat Barat sulit menerima
biografi Muhammad Saw dengan
gambaran sebagai sosok 'manusia langit'.
Namun, dalam posisinya sebagai manusia
yang telah sukses membangun peradaban
manusia dengan penuh kebijaksanaan dan
kedamaian, Muhammad Saw telah
membuat banyak dari sarjana dan tokoh
Barat sangat kagum dan terpengaruh dari
sosok Nabi Muhammad. Nurcholish
Madjid (cendekiawan Muslim Indonesia
yang akrab disapa Cak Nur) menjelaskan
bahwa sejumlah intelektual Barat yang
sekalipun mungkin tidak suka kepada Nabi
Muhammad, namun tak jarang masih
menunjukkan kekaguman kepada Nabi
kaum Muslim itu.
Dari sederet nama orang Barat yang
sangat mengagumi Nabi Muhammad Saw
itu ada nama Comte de Boulainvilliers
yang menyanjung Nabi sebagai pemikir
bebas (freethinker) dan pencipta agama
rasional. Di deretan lainnya kemudian
muncul nama Voltaire. Ia memuji Nabi
Saw sebagai seseorang yang telah berhasil
memimpin rakyatnya melakukan
penaklukan agung. Kemudian ada nama
Radinson yang memandang Nabi
Muhammad sebagai pengajar agama
alami, wajar, dan masuk akal. Terselip
pula nama Thomas Carlyle yang
menempatkan pribadi Nabi Muhammad
dalam deretan pahlawan kemanusiaan
yang menyinarkan cahaya Ilahi. Adapun di
akhir abad ke-19 ada nama Hubert
Grimme yang mengemukakan
pandangannya bahwa Nabi Muhammad
adalah seorang sosialis yang sukses
melakukan reformasi fiskal dan sosial. Dan
tak ketinggalan Goethe, sastrawan besar
Jerman, yang mempersembahkan syair
indahnya untuk menggambarkan Nabi
Muhammad sebagai seorang genius yang
bagaikan sungai besar.
Sungai itu dan
cabang-cabangny a meminta bimbingannya
untuk mencapai lautan yang sedang
menunggu. Agung, penuh kemenangan,
dan tak terkalahkan, Nabi memimpin
mereka untuk maju terus.
Selain sederet nama itu, tercatat pula
nama George Bernard Shaw (salah satu
pengarang Inggris terkenal) yang
mengungkapkan kekagumannya kepada
Nabi Saw sebagai sosok yang telah
mengangkat wanita menjadi makhlak yang
mulia. Katanya, "Ajaran-ajaran
Muhammad telah memuliakan kedudukan
wanita. Muhammad tak membiarkan
anak-anak perempuan mati kedinginan
dan kelaparan.
Di samping ia
menganjurkan pengikutnya untuk berbuat
baik kepada hewan." Adapun Edward
Gibbon, sejarawan Barat yang terkenal
menyatakan: “Hal yang baik dari
Muhammad ialah membuang jauh
kecongkakan seorang raja. Beliau itu
melakukan kerja di rumah, sampai
memperbaiki sendiri sepatu dan baju-baju
wol beliau."
Dan, Thomas Carlyle
menyatakan bahwa Nabi Muhammad
adalah seorang yang jujur dan setia. Jujur
dengan apa yang beliau ucapkan, dan
dalam hal apa yang beliau pikirkan.
Sederet ungkapan di atas membuktikan
eksistensi Nabi Saw sebagai "rahmatan lil
alamin" (rahmat bagi alam semesta).
Beliau tak hanya menjadi Nabi dan Rasul
yang diyakini umat Islam. Namun, juga
sebagai pemimpin dan tokoh inspirasi bagi
umat non-Muslim yang secara terbuka
dan jujur ingin mencari hakikat
kebijaksaan Nabi Muhammad saw. di Mata Tokoh Barat. (source: mizan.com)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Post a Comment