Tujuan pemberian obat melalui oral adalah untuk mendapatkan efek sistemik, yaitu obat beredar melalui pembuluh darah keseluruh tubuh. Tetapi untuk obat cacing dikehendaki efek lokal yaitu usus untuk membunuh cacing.
Pemberian obat dengan cara oral ini adalah yang paling menyenangkan, murah dan paling aman. Kerugiannya beberapa obat akan mengurangi pengrusakan oleh cairan lambung atau usus.
Pada pasien muntah-muntah, koma atau dikehendaki onset yang cepat, penggunaan obat melalui rute oral tidaklah memungkinkan.
Kecepatan absorpsi obat melalui oral tergantung pada ketersediaan obat terhadap cairan biologik yang disebut ketersediaan hayati. Ketersediaan hayati adalah persentase obat yang diabsorpsi tubuh dari suatu dosis yang diberikan dan tersedia untuk memberi efek terapeutiknya.
Urutan berkurangnya ketersediaan hayati dari bentuk obat ialah : larutan - suspensi oral - capsule - tablet - tablet bersalut. Bentuk obat yang memberi aksi onset cepat tidak selalu menguntungkan, sebab makin cepat obat diabsorbsi akan cepat mengalami metabolisme dan ekskresi.
Sedang obat yang diabsorpsi lambat akan memberi aktivitas obat yang lebih panjang. Maka itu pemilihan bentuk obat memerlukan pertimbangan terhadap banyak faktor.
Sumber Rujukan :
Muh. Anief, 1997, Apa Yang Perlu Diketahui Tentang Obat, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Post a Comment