
Antisa Khvichava, nenek yang baru menginjak usia 132 tahun itu, berbaring di atas sebuah ranjang sederhana, di sebuah rumah yang dihuninya bersama cucunya.
Hampir sepanjang hari Khvichava menerima tamu dari tetangga dan keluarga yang datang sekedar menanyakan kesehatannya atau untuk ngobrol.
Rumah bergaya country itu semakin hangat ketika Khvichava berbicara. ”Saya selalu sehat sehingga masih bisa bekerja,” begitulah kalimat pertamanya muncul.
Kendati rambutnya sudah memutih dan langkahnya tidak setegap dulu, Khvichava masih gesit mengurusi rumah serta lahan pertanian miliknya. ”Saya memang merasa sedikit lelah, tapi saya tak mau tidur-tiduran di atas ranjang.” Dia bangkit dari ranjangnya dan berpindah ke sebuah bangku di sudut ruangan.
Khvichava mengambil lipstik dan mengoleskan ke bibirnya yang tipis. Perempuan yang diklaim lahir 8 Juli 1880 ini masih fasih bercakap-cakap. Dibantu seorang penerjemah, Khvichava melanjutkan kisah hidupnya.
Khvichava hanya bersekolah sampai kelas empat sekolah dasar sehingga tidak mengenal bahasa Georgia.Sehari-hari Khvichava berdialog dengan bahasa lokal, Mingrelian.
Khvichava tidak punya bukti bahwa dia memang dilahirkan 8 Juli 1880.Akta kelahirannya entah ada di mana.Namun,sebuah paspor keluaran Uni Soviet, buku pensiun, dan beberapa dokumen lain menunjukkan bahwa wanita itu memang lahir pada tanggal 8 Juli 1880.
Pada usia senja seperti ini,banyak yang hilang dari ingatan Khvichava. Ingatan itu sekarang seperti penggalan cerita.Tidak ada yang benar-benar utuh.
Tentang akta kelahiran, seperti yang diingat Khvichava, hilang saat Uni Soviet menduduki Georgia. Ingatannya terbatas sampai di situ. Dia sudah lupa kelanjutan ceritanya. Sepanjang hidupnya, Khvichava menghabiskan waktunya dengan menanam teh, jagung, sayur, dan merawat ternak.
”Saya selalu bekerja, memanen tanaman saya. Suami saya meninggal dan saya berusaha membesarkan anak-anak saya selama saya bisa,”paparnya.
Beberapa waktu lalu, Grup Peneliti Gerontologi memaklumatkan Eugenie Blanchard dari Saint Barthelemy,Prancis,sebagai orang tertua sedunia. Sebagaimana diketahui, Blanchard berusia 114 tahun.
Kini,posisi Blanchard berhasil digeser Khvichava,nenek asal daerah pegunungan Georgia. Khvichava memiliki seorang putra, 10 cucu, 12 cicit, dan 6 canggah. Putranya,Mikhail, yang kini berusia 70 tahun lahir saat Khvichava berusia 60 tahun. Data ini tentu mengejutkan.
Saat Khvichava melahirkan Mikhail,dia sepatutnya tengah memiliki cucu. Namun, justru pada usia 60 tahun itu dia melahirkan seorang putra. Sebenarnya Khvichava memiliki dua anak dari pernikahan sebelumnya.
Namun,seperti dituturkan Khvichava, keduanya meninggal dunia pada Perang Dunia II.Suami Khvichava meninggal dunia pada 1949. Mikhail mengisahkan, Khvichava kini sulit berjalan.
Kalaupun rindu berjalan, Khvichava harus didampingi sebuah tongkat.Untuk meniup lilin ulang tahunnya pun wanita ini sudah kesulitan. Baru pada usahanya kelima, nenek ini berhasil meniup tiga lilin yang dipasang di kue ulang tahunnya.
Di mata Mikhail, ibunya adalah seseorang yang selalu ingin bekerja. Kendati sulit berjalan, Khvichava tetap ingin menengok lahan pertanian miliknya. Manusia Tertua di Dunia Dari Georgia
Post a Comment