Ads (728x90)

Latest Post

Kesehatan

Tips

SEGI TIGA TAK BERUJUNG
Karya Nurul Azmy Wahyuni
 
Dear Diary
Aku trauma, dia udah bener bener buat aku hancur. Buat hatiku kelu, cintaku yang tulus
dibalas dengan kemunaikan dan penghianatan. Aku rapuh.
Bisa bisanya dia jatuh hati sama perempuan lain saat bersamaku, saat aku merasa ada 24jam untuk dia. Kenapa ?
Kurang baik apa aku jo? Apa yang kamu minta selalu aku usahain ada buat kamu, But you won’t do the same 
Kenapa ? Kenapa harus sekarang Jo ? Kenapa engga dari dulu aja sebelum aku sayang kebangetan ke kamu gini.
Dear Diary
Aku harus seperti apalagi? Aku kudu gimana lagi biar bisa lupa sama kamu? Biar bisa
maafin kamu ? Kamu empedu !
Susah banget buat move on,sebulan lebih hari hariku selalu galau dan menangisi jo. “Oh bejo, b(sensor)t banget sih kamu !” rutukku dalam hati.
Dear Diary
Indi bilang aku kudu buka hati buat orang lain, biar lebih ikhlas, katanya.
Namanya dafa, anaknya pinter, baik, ya cukup populer di sekolah, sayang sama aku, katanya. Sama dafa sering banget nonton film horor. Karena dafa tau aku itu penakut, itu sebabnya dafa suka nakut-nakutin aku.
“Sa, buka dong matanya udah gak ada setannya juga .” Ucap dafa
Segi Tiga Tak Berujung
Aku pun menurunkan telapak tanganku yang menutupi hampir ke seluruh wajahku dan membuka mataku pelan tapi begitu aku menatap layar setannya muncul dan aku refleks berteriak.
“Dafaaaaa rese ih..” tukasku sebel
“heheee” jawabnya dengan menyunggingkan senyum tanda keberhasilan nge-bully aku.
Dear Diary
5 bulan lebih kujalani hubungan ini sama dafa. Aku senang tapi aku gak bahagia. Sulit
buat aku nerima dafa sebagai sosok dafa. Masih ada penolakan dalam hatiku.
Aku gagal.
Kalo dikasih nilai mungkin dafa akan kunilai 100 untuk perhatiannya yang luar biasa untukku. Tapi memang perasaan gak bisa dipaksain, aku gak nyaman sama dia. Dafa maaf 

Segala sesuatu yang dipaksakan hasilnya pun gak akan memuaskan. Kamu anak yang baik, semoga bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku.
“ Dafa, kamu percaya jodoh ?” Tanyaku
“ Iya Sa.” Jawabnya singkat dengan mencium keningku dan berlalu begitu saja meninggalkanku.
Dear Diary
Di hatiku masih tertulis nama Bejo, dan dafa gak sanggup menghapus dan menggantikan
dengan namanya. Apa aku begitu sayangnya sama jo ?
Apa coba istimewanya Jo ? Dia tuh gak tulus sayang sama aku, dia Cuma memanfaatkanku, ngerti dong, sadar dong, move on dong !
Kenapa dafa yang begitu baiknya gak bisa menggeser 1cm pun posisi jo ?
Dear Diary
Tuhan... pertemukanlah aku pada hamba-Mu yang taat pada-Mu, patuh kepada orangtuanya yang
menghormati wanita selayaknya ibunya.
“Sa kenapa belum bisa move on dari bejo sih?” Tanya dea sahabatku suatu hari
“Aku juga gatau de, sihirnya begitu kuat hinggap di hatiku.” Jawabku ngasal
“Kamu pikir dia dukun ha?”
“ya semacamnya lah haha” kita tertawa bersama.
Dear Diary
Sepi -,-
Begini ya jomblo ? Hati, handphone, facebook, twitter, semua sepi -_-

Dear Diary
Allah mengabulkan doaku, terimakasih 
Sebenarnya aku udah kenal lama sama Ridwan, jauh sebelum aku kenal bejo. Kita sempet lost contact selama setahun-an lah kayanya. Baru kemarin dia tiba tiba telfon aku kita akrab lagi bahkan lebih deket dari dulu.
“Suaramu nggemesin banget sih sa hihi ?” puji Ridwan di sela sela obrolan kami lewat telefon.
“ah macaaaaa ciiiiih ?” tanyaku tersipu *ala alay
“idih lebay amat sa, wkwk”
“aih -,- rese bener sih wan. Cepet pulang dong, betah banget di negeri orang ?”
“Iya aku pasti pulang buat kamu.”
“gombaaaaaal .” aku merajuk hihi
Ya begitulah ridwan yang selalu melambung lambungkan perasaanku.

Dear Diary
“semoga ridwan adalah jodoh yang Tuhan tuliskan untukku.” Doaku saat bertemu
Ridwan.
Kalian semua boleh percaya boleh engga, tapi ini faktanya. Di telepon dia ngomong blak blakan tanpa batas tanpa malu. Nah sekarang begitu ketemu face to face berubah 1800. Malu malu kucing hihi. Dia emang menawan, tampan rupawan tapi sayang pacar orang orang.
Dear Diary
I am so happy today, because I was dating with Abdul Ridwan. Its so wonderful baby.
Sedikit banyak aku mulai menyelami pribadinya. Dari cerita yang kudengar dari mulutnya aku bisa menarik kesimpulan kalau dia itu sosok yang bertanggungjawab sebagai anak juga sebagai kakak. Laki – laki yang penurut, mandiri, dewasa. Dia juga cerita tentang pacarnya, sebenernya aku sih yang maksa dia buat cerita. Dia bilang pacarnya masih kayak anak kecil dan bla bla bla.

Ya gitu deh, kita cerita ngalor-ngidul kalau ditulis di sini 258 halaman pun gak cukup. *Hening* tapi kemudian ridwan bicara dengan nada yang cukup serius
“Sa, kalau aku harus duduk 10jam lagi sama kamu aku sanggup.” Katanya. Aku seneng banget dia ngomong begitu, itu tandanya ada “sesuatu” hihi.
“Kok bisa? Apa gak sayang sama tuh pantat ntar tepos loh..” candaku
“Aku ngerasa nyaman sama kamu.” Lalu dia tersenyum manis sekali

Sebelum kita beranjak pulang aku meminta dia untuk foto bareng, sedikit maksa sih katanya malu. 3 kali jepret katanya cukup. Tiba di depan rumahku, dia pamitan karena nanti malam mau berangkat ke luar kota buat kerja lagi.
“iya aku tau kok, kamu yang hati hati yaa jaga diri baik baik di negeri orang, gaboleh nakal.” Pesanku padanya, dia hanya mengangguk dan tersenyum manissss.
“Aku harap akan ada dating dating selanjutnya.” Sambungku
“pasti.” Dan sekali lagi dia tersenyum sebelum berlalu
Dear Diary
Aku rasa dia memberi harapan.
Kita kaya orang pacaran yah ? sikapnya, cara ngomongnya, perhatiannya, tapi gak statusnya. Aku masih aja jomblo dan dia berstatus pacar orang. Satu hal yang bikin aku yakin dg dia, sms yg dia kirim sepulang kita nge-date.
Ya Allah..Terimaksih telah mengirim orang seperti ini untuk hidupku
Wanita mana coba yang gak terharu? Nenek nenek peot juga kalau ditanya pasti jawabnya sama kaya aku. Kalau boleh jujur sih, bukan Cuma itu aja masih banyak yang lain, tapi aku fikir itu mampu mewakili semuanya.
Dear Diary
Semenjak reinkarnasi Ridwan di kehidupanku, aku lupa memikirkan jo lupa membenci jo lupa
menangisi bejo. Itu semua karena Ridwan
Sama sekali gak terlintas sedikitpun difikiranku bayangan bejo. Meski aku belum bisa maafin bejo tapi itu sudah suatu kemajuan pesat, berterima kasihlah pada ridwan haha. Itu berarti ridwan berhasil dan sukses mencuri hatiku, tapi masalahnya dia pacar orang.
DeaR Diary
Apa aku salah sayang sama ridwan? Apa karena dia pacar orang? Bukankah cinta itu tidak kenal siapa, di mana, kapan ? yang aku tau dia selalu bisa membuatku nyaman bahkan di pertemuanz
Selanjutnya

Aku jadi inget omongan ridwan dulu di telepon.
“kenapa sih kita deket gini pas aku udah punya pacar sa? Kenapa gak dari dulu ?” eh eh simak lagi pliss ‘kenapa engga dari dulu ?’ berati .... *mikir keras
“takdir Ridwan..” jawabku sekenanya padahal inginku berucap sama seperti dia.
DearDiary
Galau,

Dear Diary
Dilema, play now : Tangga ~ Cinta Begini

Dear Diary
Rindu
Aku kangen Ridwan, kangen senyumnya, ketawanya, ceritanya, candanya, cerianya, semuanya. Bisakah waktu mempertemukan kami kembali? Sejenak saja. Aku ingin melihat dia tersenyum dan memahatnya di hatiku. Aku ingin dentang jam berhenti saat bersama ridwan. Membiarkan kita saling tertawa, hanya kita berdua. Namun, aku merasa salah memberi hati pada orang yg telah berhati utuh.

Aku tau rasanya saat sebuah hubungan adanya orang ketiga, sedih, kecewa, nyesek, sakit. Karena aku pernah berada di posisinya. Aku dan dia sama sama wanita. Sama sama punya perasaan, apa aku setega itu buat melukai dia? Aku gak bisa -_-
Aku harus segera keluar dari segitiga ini. Segitiga tiga titik tanpa ujung, tanpa titik temu. Aku harus keluar dan membuatnya lurus kembali seperti sediakala.
Dear Diary
Semakin aku berusaha melupakan Ridwan, justru bayangannya semakin kuat menerorku.
Bagaimana kalau sahabat? Sahabat? Gak semudah itu. Semuanya perlu proses.
Dan sekarang kamu gak memberiku kabar, smspun engga. Kenapa ? kemana perginya kamu yang dulu? Yang selalu bilang kangen ke aku, yang selalu ngomong pengen ketemu aku, mana haa ?
Kamu pulang kampung gak ngasih kabar ke aku kan? Ga seperti biasanya -,- apa kamu juga mau menghindar? Apa gegara cewemu liat foto kita berdua di tepi pantai? Bukankah dulu kamu mengijinkan aku untuk upload di Facebook?
Apa kamu yakin gamau ketemu aku lagi? Yakin gabakalan kangen aku lagi ? yakin gapengen ketawa bareng aku lagi ? Ok, kalo itu mau kamu. Its oke *pura2 tegar padahal hati mewek. Yah anggap aja ini langkah awal untuk membuat garis lurus.

Untuk bisa move on harus inget kejelekannya dia, itu kata indi. Tapi aku gak bisa liat kejelekannya ridwan bahkan dia nyaris perfect, gak ada jeleknya, gak ada kurangnya.
Apa kamu gak bisa lihat? Dia bukan lelaki setia. Buktinya jelas, dia udah punya cewek tapi dia masih nanggepin kamu, iya? Kamu itu pelampiasan, Cuma pelarian. Dia telepon kamu kalo ada sisa jam dari telepon sebelumnya, jelas telepon pacarnya. Dia sms kamu juga kalo lagi inget kamu doang, kalo maen ke rumahmu ya kalo gagal ngapel, iya ? yang segitu mau kamu fikirin terus ? sia sia waktumu dong, gimana kalo kamu konsen sama kuliahmu aja itu pasti lebih baik . *ngomong sama kaca*
Dear Diary
Play now : Bondan Prakoso ft Fade 2 Black ~ Not With Me
Kebahagiaanku adalah Ridwan, tapi bukan berarti aku akan merebut dia karena aku masih punya rasa ber-perikewanita-an. Aku menyayanginya tapi bukan berarti merebut kebahagiaannya.
Cinta tak harus memiliki. Setengah mati aku belajar menerima ini semua, mempercayai kata kata tadi. Percaya bahwa tulang rusuk tidak akan pernah tertukar. Cinta akan mencari jalannya sendiri menemukan tulang rusuknya menemukan cinta sejatinya.

~THE END~
PROFIL PENULIS
Terima kritik dan saran, silahkan hubungi alamat di bawah ini ;
Facebook ; Nurul Azmy Prakoso
Twitter ; @_nunuazmy
Terimakasih :)

No. Urut : 762
Tanggal Kirim : 25/03/2013 11:49:28
Baca juga Cerpen remaja yang lainnya.

Post a Comment