Bila proses hasil belajar mengajar dengan mempergunakan suatu desain instruksional dilalui, orang akan bertanya, apakah hasilnya akan lebih baik dibanding dengan tanpa desain. Salah satu cara untuk mengukur hal tersebut sudah dijelaskan dalam evaluasi.
Bagi orang yang berpandangan ekonomis, mungkin hasil yang diperoleh diukur dengan biaya yang telah dikeluarkan (dihitung berdasarkan cost benefit). Teori Kemp ini nampaknya juga berpendapat seperti itu. Secara ekstrem dapat dikatakan bahwa pendidikan atau sekolah adalah semacam perusahaan yang harus menghitung cost-effectiveness. Hal ini memang tidaklah tepat, sebab banyak sekali variabel vane tidak bisa diukur dengan uang, apalagi bila pendidikan tersebut berupa pendidikan seumur hidup (long life education).
Dengan proses belajar-mengajar yang mempergunakan desain instruksional ini dicoba untuk mengukur, sejauh mana tujuan yang diharapkan dapat tercapai dan apakah tujuan yang sudah tercapai tersebut sudah efektif dan efisien.
a. Mengukur Keefektifan Bagi orang yang berpandangan ekonomis, mungkin hasil yang diperoleh diukur dengan biaya yang telah dikeluarkan (dihitung berdasarkan cost benefit). Teori Kemp ini nampaknya juga berpendapat seperti itu. Secara ekstrem dapat dikatakan bahwa pendidikan atau sekolah adalah semacam perusahaan yang harus menghitung cost-effectiveness. Hal ini memang tidaklah tepat, sebab banyak sekali variabel vane tidak bisa diukur dengan uang, apalagi bila pendidikan tersebut berupa pendidikan seumur hidup (long life education).
Dengan proses belajar-mengajar yang mempergunakan desain instruksional ini dicoba untuk mengukur, sejauh mana tujuan yang diharapkan dapat tercapai dan apakah tujuan yang sudah tercapai tersebut sudah efektif dan efisien.
Dua cara mengukur keefektifan hasil belajar yang dikemukakan disini, yaitu menurut Kemp dan Diamond, kira-kira sebagai berikut :
Menurut Kemp bermula dari suatu pertanyaan: Apa yang telah dicapai oleh siswa? Untuk menjawab pertanyaan ini harus diketahui berapa jumlah siswa yang berhasil mencapai seluruh tujuan belajar dalam waktu yang telah ditentukan. Spesifikasi jumlah tersebut dinyatakan dalam persentase. Maka dijumlahkanlah data hasil yang dicapai tiap siswa dari seluruh informasi yang telah dicapai oleh pengajar. Misalnya dari hasil tes (ulangan-ulangan yang pernah dilakukan), tugas-tugas, atau latihan-latihan dan juga dari catatan hasil pengamatan pengajar terhadap tingkah laku siswa sehari-hari.
b. Efisiensi
Efisiensi hasil belajar dihitung dengan indeks prestasi. Indeks prestasi berasal dari tujuan yang dicapai dalam waktu yang telah ditentukan.
Misalnya siswa A dapat mencapai 10 tujuan dalam waktu 5 jam. Ini berarti indeks prestasi dari A adalah 10/5 = 2, sedangkan B hanya mampu mencapai 8 tujuan dalanm waktu 5 jam. Indeks prestasi B adalah 8/5 = 13/5. Makin tinggi indeks prestasi siswa, makin efisienlah performance siswa.
Post a Comment